International Agency for Research on Cancer (IARC) baru-baru
ini mengklasifikasikan lebih dari 400 bahan kimia yang banyak digunakan dalam
produk-produk yang beredar di pasaran sebagai karsinogen
atau diduga sebagai karsinogen.
Beberapa diantaranya adalah pestisida dan ada dalam makanan, tapi banyak juga
yang ditemukan pada produk kesehatan maupun kecantikan.
Gawatnya, hal itu berarti ketika seseorang menggosok giginya, mencuci mukanya,
mandi atau mengoleskan lipstik ke bibirnya maka orang itu terpapar bahan-bahan
kimiawi yang dapat meningkatkan risikonya untuk terserang kanker.
Dari sekian banyak bahan kimiawi berbahaya itu, berikut empat bahan kimia yang
paling banyak ditemukan pada kosmetik dan produk perawatan pribadi seperti
dilansir dari foxnews, Jumat (21/9/2012).
1. Formaldehyde
Bahan kimia ini dikategorikan sebagai karsinogenik manusia oleh IARC dan biasa
digunakan sebagai antiseptik dalam berbagai produk seperti pelurus rambut.
Diperkirakan seperlima kosmetik dan produk perawatan pribadi yang beredar di AS
mengandung bahan kimia ini seperti pengawet DMDM hydantoin dan bronopol yang
ketika membusuk akan melepaskan formaldehyde. Belakangan juga diketahui bahwa
banyak orang Amerika yang terkena alergi akibat bahan ini.
2. Paraben
Pengawet ini dapat meniru hormon estrogen dan banyak ditemukan dalam tumor pada
wanita penderita kanker payudara. Sama halnya dengan BPA, paraben juga dianggap
sebagai pengganggu endokrin atau bahan kimia yang dapat mempengaruhi hormon dan
perkembangan endokrin serta memiliki efek yang turun-temurun dari satu generasi
ke generasi berikutnya.
3. Phtalates
Biasa digunakan untuk membuat produk yang bersifat lembut dan fleksibel,
senyawa kimia ini banyak ditemukan pada kemasan makanan dan tirai plastik kamar
mandi, bahan bangunan serta kosmetik.
Karena dapat menghasilkan efek anti-androgenik maka penggunaan produk yang
mengandung phtalates bisa berakibat pada abnormalitas reproduksi seperti
penurunan produksi testosteron, turunnya produksi sperma dan undescended testis
(UDT).
Hal ini diamini beberapa studi yang menyatakan bahwa paparan phtalates ada
kaitannya dengan penyakit reproduksi pada pria.
4. Triclosan
Ini adalah pestisida antimikroba yang banyak ditemukan pada sabun cair maupun
sabun batangan. Triclosan juga diklaim sebagai pengganggu endokrin yang dapat
mengubah fungsi tiroid dan hormon reproduksi. Selain itu, penggunaan triclosan
secara berlebihan bisa menyebabkan resistensi terhadap bakteri.
BPA, paraben, phtalates dan triclosan juga seringkali dikaitkan dengan
munculnya obesitas dan penyakit diabetes pada pengguna produk-produk yang
mengandung salah satu dari keempat bahan itu. (detikhealth)

No Responses to "Cantik Tapi Beracun, Hati-hati Kosmetiknya!"