Pernah dengar atau lihat stiker "Basa Mami" atau "basah mami"?
Apa sih artinya? Inilah cerita awal mulanya, versi Rahmat alias Pola (35), pebentor di kawasan Tamalate, Makassar.
Kepada Tribun, Kamis (17/11/2011), Pola menyebutkan, istilah yang banyak dipasang pebentor, angkot, tukang ojek, di Makassar itu, secara harfiah berarti "sudah basah".
Cerita yang beredar di kalangan masyarakat pinggiran selatan, Makassar, istilah ini jadi populer di kalangan mereka dan jadi ikon stiker, sejak pertengahan tahun 2011.
Basa Mami itu, dulunya adalah nama samaran sebuah band elekton di kawasan Benteng Somba Opu, di pinggir sungai Jeneberang.
"Di Asrama Dayung itu ada band elekton yang sudah 2 tahun pakai nama basa mami, sekarang sudah diganti," kata pebentor dengan motor bernomor polisi DD 3063 HA ini.
Pemilik elekton itu, seorang waria, yang juga pemilik salon kecantikan Indri. "Sekarang, elektonnya diganti dengan nama Indri Elekton," ujarnya.
Si Indri, menggunakan jasa sejumlah pennaynyi perempuan yang kerap tampil seksi. "Salah seorang penyanyi Indri elekton itu, bekas penyanyi dan penari caddoleng-doleng dari Pinrang," kata Pola.
Indri, punya kebiasaan, saat menjadi Pembawa acara elekton di acara pernikahan, dia memperkenalkan penyanyinya dengan nama sebutan, basa mami.
"Kalau sudahmi menyanyi dan menari, indri berteriak, "basa mami," lalu menunjuk celana pendek bagian selangkangan penyanyinya yang basah oleh keringat" kata Pola di sebuah warung Kopi di Jl Dg Ngeppe, Mariso, Makassar.

No Responses to "Inikah Asal Mula Kata Basa Mami?"