MediaI Indonesia.Com, Setelah intensif memeriksa orang yang menyerahkan diri ke Pos Polisi Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu (9/9), polisi memastikan orang tersebut benar-benar M Thorik, terduga teroris dari Tambora, kemarin. Kini semakin terkuak jaringan dan rencana kelompok itu.
Menurut polisi, material bom yang ditemukan di rumah Thorik di Tambora, Rabu (5/9), setelah dirakit akan digunakan untuk aksi teror pada Senin (10/9).
"Bom bunuh diri itu dipersiapkan M Thorik untuk dilakukan hari ini (kemarin)," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.
Menurut dia, Thorik berencana membidik polisi sebagai target. Dia menyasar Markas Komando Brimob, pos polisi di Salemba, dan kantor Densus 88. Selain itu, Thorik membidik komunitas Buddha. "Itu terkait Rohingya di Myanmar," ungkap Boy.
Thorik berencana menjadi eksekutor dalam aksi-aksi itu. Dia bahkan sudah membuat surat wasiat untuk ibu, istri, dan anaknya. Isinya, dia meminta maaf dan berterima kasih kepada keluarga karena telah mendampinginya selama hidup. Alasan dia melakukan itu karena ingin masuk surga untuk mendapat rida Allah.
Thorik diketahui memiliki hubungan dengan ledakan di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/9). Saat ledakan terjadi, kata Boy, Thorik juga berada di lokasi kejadian.
"Salah satunya (yang melarikan diri di Depok) itu M Thorik. Tetapi yang satunya lagi tidak dapat saya sampaikan," ujar Boy.
Ditangkap di Bogor
Dari rangkaian pemeriksaan terhadap Thorik, Densus 88 kemarin menangkap Arif Hidayat, kawan Thorik. Arif dijemput Densus 88 dari rumahnya di Warung Jambu, Susukan, Kecamatan Bojong Gede, Bogor.
Arif ialah sahabat Anwar, salah seorang yang diduga terkait dengan teror. Arief pernah bekerja di Yayasan Bidara. Di Warung Jambu, Densus 88 juga menggeledah sebuah rumah kontrakan yang dihuni tiga orang, salah satunya Anwar. Seorang lainnya, menurut Nurjanah, istri Arif, bernama Anton, sedangkan satu orang lagi tidak diketahui namanya. Arif-lah yang mencari rumah kontrakan itu untuk Anwar dan kedua temannya itu. Namun saat digeledah, rumah itu kosong. Ketiga penghuninya sudah pindah sejak Kamis (6/9).
Menurut Deni, ketua RW setempat, Arief sempat mengubah penampilan dengan memelihara jenggot. Dalam keseharian, Arif adalah sosok pendiam. Meski begitu, dia membaur dengan warga sekitar. Deni pula yang membawa Arif untuk bertemu dengan polisi kemarin sebelum penggeledahan di rumah kontrakan Anwar.
"Arif ditanya kenal dengan Anwar apa enggak. Dia bilang kenal, lalu dia dibawa polisi dan dimintai keterangan," cerita Deni lagi.
Selain mengenal Anwar, Arif juga anggota kelompok yang sama dengan Thorik. Hanya saja, kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Jakarta, kemarin, Arif bukanlah salah satu dari dua orang yang lari dari lokasi ledakan di Beji. Menurut Rikwanto, Arif tidak ada di Beji saat terjadi ledakan. Yang ada hanya Thorik.
Orang yang diduga merakit bom yang meledak di Beji saat ini tengah kritis dan dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dalam ledakan itu, dua orang lainnya luka-luka.
Orang yang kritis dan belum disebutkan namanya oleh polisi itu sempat menyampaikan pesan kepada saksi yang menolongnya. Namun sang saksi, Revindo, enggan menceritakan pesan itu. "Tanya saja penyidik. Sudah saya sampaikan," ujarnya di Mabes Polri, kemarin.


No Responses to "Thorik Berencana Bom Mako Brimob"