Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kalah berturut-turut di
pengadilan dengan nilai kerugian ratusan miliar rupiah. Ternyata, kekalahan ini
harus dibayar oleh uang rakyat yang dikum
pulkan di APBN/APBD. Menteri Keuangan juga telah
menganggarkan Rp 205 triliun dari APBN 2013 untuk beracara di pengadilan
beserta kekalahan-kekalahannya.
"Dalam hukum administrasi negara, pejabat pejabat yang lalai itu bertindak
atau melakukan tindakan tindakan hukum jabatan. Akibat hukum dari tindakan
tindakan hukum mereka itu tidak bisa dibebankan kepada pribadi mereka. Jadi
memang harus dibebankan kepada APBN/APBD," kata pengamat hukum tata
negara, Margarito Kamis, Jumat (21/9/2012).
Dengan adanya alokasi anggaran resiko kekalahan ini, maka pejabat negara harus
hati-hati dalam membuat kebijakan hukum. Para kepala pemerintahan harus
memberikan hukuman setimpal atas kelalaian administrasi ini.
"Bila pengadilan mengualifikasi tindakan mereka sebagai tindakan yang
salah, maka pejabat harus dihukum. Bentuk hukumannya bisa berupa penurunan
pangkat. Tujuannya agar pejabat pejabat dipaksa untuk taat hukum dan
profesional dalam menyelenggarakan pemerintahan," ujar Margarito.
Di tingkat nasional, pemerintah mengalokasikan Rp 205 triliun sebagai anggaran
risiko fiskal untuk menghadapi tuntutan hukum di 19 kementerian/lembaga. Hal
ini dinilai angka yang sangat besar dan tidak masuk akal.
"Angka Rp 205 triliun itu angka gila. Kalau angka itu dialokasi ke 20
kementerian maka satu kementerian mendapat jatah sebesar lebih dari sepuluh
trilyun. Itu berarti setiap hari pemerintah melanggar hukum dan karena itu
setiap hari pula mereka berperkara di pengadilan," tandasnya.
Angka ini juga mengagetkan pengacara publik David Tobing. Apalagi David
terkenal menggugat pemerintah seperti kasusu susu formula berbakteri hingga
masalah pengelolaan parkir.
"Seharusnya tanggung jawab ganti rugi yang diakibatkan kesalahan dan
kelalaian aparat dan instansi pemerintah menjadi tanggung jawab aparat dan
instansi tersebut dan tidak boleh dianggarkan," ujar David.
"Setiap instansi pemerintah sudah mempunyai biro hukum/pengacara negara
yang bertugas untuk mewakili pemerintah atau pejabat pemerintah. Biro hukum ini
sudah digaji, sehingga tidak masuk akal kalau dianggarkan lagi," ungkap
David. (detik/21/9/12)

No Responses to "Foke Kalah Ratusan Miliar di Pengadilan, Siapa yang Membayar?"